mulyadi on January 28th, 2016

 

Penelitian dalam desain hingga saat ini masih menjadi hal yang diperdebatkan. Ada yang menariknya ke arah ilmu sosial, dan ada juga juga yang menariknya ke arah ilmu pasti dengan mulai menggunakan pendekatan kuantitatif.

TU Delft memberikan cara pandang riset dalam desain dengan kuadrant di samping. Diagram tersebut bisa digunakan untuk mereposisi riset di dalam desain interior

 

mulyadi on September 23rd, 2015

Erich Dieckmann dan Pengembangan Desain Furniture

Erich Dieckmann belajar arsitektur di Politeknik Danzig dari tahun 1918 sampai 1920. Setelah menyelesaikan kursus dasar, Erich Dieckmann keluar dan pergi ke Dresden di mana ia mulai belajar melukis dan menggambar. Pada tahun 1921 Erich Dieckmann mendaftar di Bauhaus di Weimar. Antara 1921 dan 1925 Dieckmann kerja magang di sana sebagai tukang kayu. Ketika sekolah Bauhaus pindah ke wilayah Dessau pada tahun 1925, Erich Dieckmann ditransfer ke Staatliche Bauhochschule di Weimar dan menjadi kepala bengkel pertukangan di sana dari 1925 sampai 1930. Dari 1931 – 1933, Erich Dieckmann menjadi kepala bengkel pertukangan di Kunstgewerbeschule Burg Giebichenstein di Halle. Dari 1939 Erich Dieckmann tinggal di Berlin. Erich Dieckmann adalah salah satu desainer furnitur yang paling penting di Bauhaus, mengembangkan jenis rentang untuk kursi. Seperti Marcel Breuer, Erich Dieckmann bereksperimen dengan pipa baja tapi terutama dikenal untuk mebel kayu standarnya. Desain Dieckmann untuk furnitur kursi geometris, dengan frame berdasarkan sudut kanan dan dibangun dengan potongan kayu yang baik hampir persegi di bagian lintas atau flat Fitur lain yang khas dari karya Dieckmann ini adalah menghubungkan lengan dan kaki kursi dalam konstruksi pelari. Dengan menggunakan kayu keras berkualitas seperti beech, cherry, oak, dan ash serta tebu anyaman, Dieckmann melonggarkan geometri yang ketat dari desainnya.(Sumber: http://www.erich-dieckmann.com/)

mulyadi on September 18th, 2015

Perbedaan arsitektur dengan sastra hanya terletak pada pusat perhatiannya saja. Pusat perhatian bidang sastra adalah “kata bahasa” sedangkan pada bidang arsitektur pusat perhatiannya adalah “elemen spasial”. Terdapat  4 (empat)  dimensi materi dalam sastra dan arsitektur yaitu statistik,  sintaksis, semantik, pragmatik.

  1. Statistik

Statistik mengaskan 2 (dua) aspek yaitu:

–          Tipologi     :  jenis elemen yang digunakan dalam arsitektur

–          Klasifikasi  : penggolongan elemen berdasarkan system tertent

2. Sintaksis

Sintaksis menekankan tentang pengetahuan gabungan elemen-elemen. Sintaksis inilah yang berhubungan dengan morfologi. Terdapat 4 (empat) aspek morfologi:

–          Sintaksis massa

–          Sintaksis ruang

–          Sintaksis fungsi

–          Sintaksis konstruksi

3. Semantik

Semantik fokus pada pengetahuan makna dan srti suatu elemen atau kelompok pembentukan tertentu. Terdapat 4 (empat) aspek yang dibahas:

–          Referensi

–          Relevansi

–          Maksud

–          Ekspressi

Semantika arsitektur memiliki  5 (lima) variabel:

–          Bentuk / wujud

–          Ukuran / skala

–          Pola /Susunan

–          Bahan /konstruksi

–          Letak / posisi

4. Pragmatik

Pragmatik menekankan aspek pelaksanaan penerapan rancangan arsitektur dan kegunaannya

mulyadi on September 10th, 2015

 

John Hesket mengungkapkan bahwa “Design is to design a design to produce a design”. Ada empat kata desain dalanm ungkapan tersebut. Kata desain yang pertama merujuk kepada desain sebagai disiplin ilmu yang berimplikasi apada epistemologi. Kata desain kedua merujuk kepada aktifitas mendesain yang berimplikasi pada proses mendesain dan metodologi. Kata desain yang ketiga adalah produknya yang berimplikasi pada keputusan dan interpretasi nilai (values) oleh si pendesain. Dan kata desain yang terakhir merujuk pada munculnya suatu wacana akibat kehadiran obyek baru tersebut. (Sumber gambar: www.interaction-design.org via pinterest.com)

 

 

 

Tags:

Housing in Indonesia is facing problem in providing proper and affordable house. Therefore, the Indonesian government anticipates this condition by providing ‘in-between house’ (rumah antara) rather than a final expensive house unit. This inbetween house is known as ‘Rumah Inti Tumbuh (RIT)’. In sustainable concept, the development process of RIT to Rumah sederhana Sehat (RsS) might need to minimize the major destruction during renovation. This article is based on research aimed to find the transformation pattern of the initial house design as an adjustment of the users.The research was conducted with qualitative method. The data was collected through documentation, interviews and observationon the artefact. The main research objects are the 40 house units of the oldest National Housing in Yogyakarta, known asPerumnas Condong Catur. The design transformation of it as the public housing can be considered as architectural process of theuser’s adjustment. The result of the process can be read to find the pattern of the house development.

© 2015 The Authors. Published by Elsevier B.V.
Peer-review under responsibility of Sustain Society.
Keywords: House design transformation; preference; pattern; National Housing; Yogyakarta

The final version of the article with full bibliographic details is now available online at:

http://dx.doi.org/10.1016/j.proenv.2015.07.084

mulyadi on August 16th, 2015

Menurut Nigel Cross  dalam bukunya Designerly Ways of Knowing perbedaan Sains, Humaniora, dan Desain adalah sebagai berikut:

1. Fenomena yang dipelajari:

Sains: dunia semesta alam

Humaniora: pengalaman manusia

Desain: dunia buatan

2. Metode yang digunakan:

Sains: percobaan yang terkontrol, klasifikasi, analisis

Humaniora: analogi, metafora, evaluasi

Desain: pemodelan, formasi berpola, sintesis

3. Value:

Sains: obyektifitas, rasionalitas, netralitas, perahtian terhadap “kebenaran”

Humaniora: subyektifitas, imajinasi, komitmen, perhatian terhadap keadilan

Desain: praktis, keaslian, empati, perhatian terhadap kesesuaian

mulyadi on August 10th, 2015

Meja kerja mestinya didesain sesuai dengan kebutuhan dan aktifitas penggunanya. Sehingga desain meja kerja yang baik pasti sesuai dengan sifat pekerjaan yang akan dilakukan dengan menggunakan meja kerja tersebut, sehingga sangat “custom”. Akan tetapi, berdasarkan kebutuhan umum, meja kerja dapat didesain dengan memenuhi sifat-sifat pekerjaan dan aktifitas yang umumnya dilakukan seseorang. Berikut salah satu meja kerja yang didesain dengan mempertimbangkan aktifitas dan sifat pekerjaan masyarakat saat ini yang tidak pernah lepas dari berbagai macam barang-barang elektronika, komputer, dan komunikasi.

Atau buka link ini

mulyadi on August 5th, 2015

 

Berikut pengertian “desain” menurut Prof. Ken Friedman dari Swinburne University Australia berdasar pada kamus bahasa Inggris Merriam Webster:

1 a: a particular purpose held in view by an individual or group <he has ambitious ∼s for his son> b: deliberate purposive planning <more by accident than ∼>
2: a mental project or scheme in which means to an end are laid down
3 a: a deliberate undercover project or scheme : PLOT<http://www.britannica.com/bps/dictionary?query=plot> b: plural: aggressive or evil intent used with on or against <he has ∼s on the money>
4: a preliminary sketch or outline showing the main features of something to be executed <the ∼ for the new stadium>
5 a: an underlying scheme that governs functioning, developing, or unfolding : PATTERN<http://www.britannica.com/bps/dictionary?query=pattern>, MOTIF<http://www.britannica.com/bps/dictionary?query=motif> <the general ∼ of the epic> b: a plan or protocol for carrying out or accomplishing something (as a scientific experiment); also the process of preparing this
6: the arrangement of elements or details in a product or work of art
7: a decorative pattern <a floral ∼>
8: the creative art of executing aesthetic or functional designs
synonyms see INTENTION, PLAN<http://www.britannica.com/bps/dictionary?query=intention,%20plan>

Lalu, pengertaian “desain grafis”:

the art or profession of using design elements (as typography and images) to convey information or create an effect; also a product of this art
— graphic designer noun

Sedangkan arti kata “desain interior“:

the art or practice of planning and supervising the design and execution of architectural interiors and their furnishings

(Merriam-Webster Dictionary. 2012. )

 

 

Çatalhöyük atau Çatal Höyük atau Çatal Hüyük adalah sebuah situs peniggalan dari masa Neolitik. Jika diartikan dalam bahasa Turki, kata “çatal” berarti garpu (“fork“-bahasa Inggris) dan  höyük berarti bangunan (“mound“-bahasa Inggris). Situs ini terletak di sebelah tenggara kota Konya di wilayah Anatolia Turki. Situs ini diperkirakan dibangun pada masa 7500 – 5700 BC dan dianggap sebagai situs Neolitik terbesar dan terbaik yang ditemukan hingga saat ini bahkan telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada bulan Juli 2012. Situs neolitik ini pertama kali ditemukan pada akhir tahun 1950an. James Mellaart yang berasal dari Inggris melakukan 4 tahap penggalian antara 1961 dan 1965.

Denah dan ilustrasi pemukiman Chatal Huyuk

Tipikal interior rumah tinggal Chatal Huyuk

Hal yang  menarik dari rumah tinggal di Chatal Huyuk ini adalah:

  1. Rumah saling menempel antara satu dengan yang lain
  2. Tidak ada jalan antar rumah
  3. Hanya terdapat 1 (satu) akses masuk ke rumah yaitu dari atap dengan menggunakan tangga kayu
  4. Pintu rumah sekaligus sebagai luabang ventilasi udara dan lubang pembuanangan asap tungku dapur
  5. Tidak memiliki jendela
  6. Dinding rumah bagian dalam dihaluskan dengan adukan lumpur
  7. Ruang utama digunakan untuk memasak dan aktifitas harian
  8. Lantai di dalam rumah dibuat dengan level yang berbeda
  9. Pemakaman dlakukan dengan mengubur jenazah di bawah lantai rumah, di bawah tungku, atau di bawah tempat tidur

Banyak artefak yang ditemukan di situs ini, diantaranya dalah patung tanah liat berbentuk sapi dan manik-manik. Lukisan dinding ditemukan di bagian luar dan dalam rumah dengan wujud figur manusia, gunung, dan elemen geometris. Dengan dukungan banyak artefak para peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang di Chatal Huyuk telah mampu mengambangkan pertanian dengan baik. Bahkan mereka juga dianggap telah mampu mengembangkan peternakan.            

Patung sapi dan manik-manik  Chatal Huyuk

           

Lukisan dinding di  Chatal Huyuk

  Terjadi perdebatan antar peneliti tentang keyakinan atau agama orang-orang Chatal Huyuk karena tidak ditemukan bangunan publik semisal kuil atau candi dengan tanda-tanda aktivitas keagamaan. Akan tetapi ditemukan ruang dengan fasilitas yang mengarahkan terhadap aktivitas keagamaan. Ruang pemujaan ini berbentuk persegi dengan beberapa kepala sapi yang ditempel ke dinding. Dinding juga dilukis dengan obyek tertentu. Juga ditemukan patung figur wanita yang duduk di atas singgasana yang diapit dua singa betina. Oleh beberapa ahli dikatakan bahwa kemungkinan patung ini adalah figur dewi kesuburan yang berkenaan dengan pertanian mereka.

Patung dewi kesuburan dari  Chatal Huyuk

mulyadi on August 3rd, 2015

Posting tentang Desain Interior Rumah Islami ini telah kami lakukan sejak beberapa tahun yang lalu melalui academia.edu. Berikut kami posting juga di sini:

Selayang Pandang Konsep Rumah Islami
(Mulyadi, M.Ds., Universitas Sebelas Maret Indonesia)
Adakah konsep rumah Islami? Apakah rumah Islami itu berarti rumah dengan arsitektur ke-Arab-araban? Ataukah sebuah rumah dengan interior yang menampilkan hiasan kaligrafi ayat suci Al Qur’an? Pembahasan tentang rumah tinggal Islami memang selalu menyisakan pertanyaan yang tak pernah tuntas terutama tentang kata ”Islami” itu sendiri. Banyak ahli dalam dan luar negeri yang telah menyumbangkan pemikirannya tentang masalah ini, dari yang menyampaikan sisi praktisnya hingga aspek filosofisnya. Beberapa tokoh arsitektur dalam negeri yang ikut memberikan sumbangan pemikiran diantaranya Zein Mudjiono (Arsitektur ITS ), Bambang Setyo Budi (Arsitektur ITB ), danBudi A. Sukada (Arsitektur UI). Sedangkan dari luar negeri terdapat tulisan-tulisan menarik tentang ruang Islami dalam format estetika ( keindahan ) yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu semisal Islamic Aesthetic karya Oliver Leaman. Selain itu, pembaca juga dapat memperoleh pemahaman yang total dari arsitektur Islam dari pemikiran suami istri Ismail dan LamyaFaruqi dalam karyanya The Cultural Atlas of Islam.
Adalah Bambang Setyo Budi yang juga telah memelopori munculnya blog dan meramaikan milis arsitektur Islam di dunia maya. Ia memberikan perhatian khusus secara tekstual pada kata rumah yang disebut oleh Allah SWT dalamAlQur’an. Dijelaskannya bahwa terdapat tiga macam kata yang dipakai dalam wahyuNya yang berkaitan dengan rumah, yaitu al bait, al maskan, dan ad dar. Al-bait disebut dalam QS.17:93, 66:11, 8:5, 14:37, 4:100, 12:23, 71:28, 2:189,4:15, 29:41, 24:36, 33:53, 7:74, 15:82, 16:68, 26:149, 10:87, 16:80, 24:27, 29,61,3:49, 154, 10:87, 16:80, 33:13, 33,34, 27:52, 59:2, 43:33, 34, 65:1. Al Maskan disebut dalam QS. 34:15, 9:24, 9:72, 61:12, 14:45, 21:13, 27:18, 20:128,32:26,28:58, 29:38, 46:25, 24:29.  Ad Dar disebut dalam QS. 6:127, 10:25. Ketiga kata tersebut ini diartikan sebagai rumah tinggal dalam arti sempit maupun luas.Zein Mujiono memberikan sumbangan pemikiran dalam bentuk konsep praktis bagaimana membangun rumah yang Islami. Menurutnya rumah Islami harus mampu menjadi sarana meraih 2 (dua) tujuan hidup. Pertama, kesejahteraan dunia, yang meliputi: rasa kasih sayang ( mawadah warahmah), terjaminnya pendidikan anak, berlangsungnya siklus biologis, ukhuwah Islamiyah,silaturahmi, pembentukan pribadi muslim, karier yang sukses, dan kesehatan yang terpelihara. Kedua, kesejahteraan akhirat yang meliputi: termudahkannya pelaksanaan ibadahmahdah, proses muamalah, dan mampu menjauhkan penghuninya dari hal-hal yang haram maupun makruh. Ia juga mengajukan konsep praktis sebuah rumah dengan arsitektur Islami yang terjabarkan secara detail dan teknis dalam 41 karakter rumah Islami. Berlainan dengan Bambang dan Zein, arsitek kenamaan Budi Sukada memberikan pandangan yang agak berbeda. Menurutnya rumah yang Islami bukanlah rumah yang desain arsitekturnya seperti masjid atau rumah yang didalamnya penuh dengan ornamen-ornamen Islam, seperti kaligrafi, dan lainnya. Rumah yang Islami, katanya, adalah rumah yang efisien, bisa untuk sarana dzikir kepada Allah, dan mengingat akan mati, serta tidak dibuat-buat. ”Rumah yangIslami itu bukan yang menghadap kiblat atau yang WC-nya tidak menghadap kiblat. Rumah yang Islami adalah rumah yang memungkinkan penghuninya untuk saling bersilaturahmi dan berinteraksi. Sementara itu, privasi masing-masingorang juga bisa terjaga di dalamnya. Kalau kriteria-kriteria tersebut terpenuhi, baru menjadi tugas arsitek untuk mewujudkan itu dalam desainnya” ungkapnya.”Rumah yang Islami juga rumah yang bisa sebagai tempat kumpul seluruhanggota keluarga atau penghuninya,” terangnya. Namun, yang lebih pentingrumah yang Islami adalah rumah yang tidak menutup diri dari dunia luar. Tapi,tetap memungkinkan interaksi dan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar danpara tetangga bisa berlangsung dengan baik. Soal ornamen-ornamen yangbercorak Islami seperti kaligrafi, tutur Budi, boleh-boleh saja dipasang di rumah.Agak berbeda dengan pemikiran Budi Sukada, Oliver Leaman justru menengarai bahwa di kebanyakan masyarakat Muslim, rumah yang Islami adalah rumah dengan tingkat privasi yang sangat tinggi. Keindahan rumah hanya diwujudkan pada bagian dalamnya saja. Taman-taman misalnya, dibangun sebagai bagian dari keindahan interiornya, bukan eksteriornya.  Bagian luar rumah cukup diberi pagar atau dinding yang tinggi dan sederhana sehingga aktivitas didalam tidak terlalu mencolok. Ia beralasan bahwa dalam Islam dilarang dengan keras adanya tindakan pamer atau riya’. Pendapat Leaman ini agaknya memang kurang pas dengan perilaku sosial masyarakat kita di Indonesia. Ismail Faruqi berupaya lepas dari dimensi wujud dan mencoba memberikanlandasan pemikiran yang lebih abstrak dan spiritual. Menurutnya, keindahan yangIslami adalah keindahan yang berlandaskan intisari dienul Islam itu sendiri.
Jadisemua yang ada harus ditujukan demi meraih intisari Islam yaitu tauhidullah atau mengesakan Allah SWT. Berarti desain rumah yang Islami adalah wujud aplikasipola pikir tauhid. Berarti juga sebuah rumah tidak boleh ditujukan untuk membanggakan diri, melebihkan diri, memperkaya diri, karena yang berhak untuk itu hanyalah Allah SWT.Upaya merangkum dan meringkas pemikiran para ahli ternyata membawakita pada kesimpulan bahwa memandang rumah Islami ibarat memandang sebuah benda terbungkus rapi. Yang dibungkus lebih esensi dari pembungkusnya atau isinya lebih penting dari kulitnya, entah pembungkus itu wujudnya adalah rumah petak 3mx3m atau rumah mewah bak istana yang lengkap fasilitasnya. Artinya pola pikir dan tingkah laku yang Islami dari penghuninya, itulah yang lebihpenting dari pada desain atau arsitektur rumahnya. Dengan demikian umat Islam dari semua kalangan dapat mewujudkan rumah Islami mulai dari hatinya, jikasudah, barulah memperindah tempat tinggalnya. Kalaupun ada keluarga yang mampu justru dari desain rumahnya yang Islami agar dapat membentuk kepribadian penghuninya, juga silakan. Jika dapat mencapai kebaikan dikeduanya, kenapa tidak? Akhirat tercapai, dunia tidak tertinggal.
Skip to toolbar